Home Tech About Contact
ADVERTISEMENT

Jumat, November 29, 2024

7 Keutamaan Shalat Berjamaah: Didoakan Malaikat, Dijanjikan Surga

Shalat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim. Salah satu bentuk shalat yang memiliki keutamaan khusus adalah shalat berjamaah di masjid. Shalat berjamaah bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki banyak manfaat spiritual dan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan seorang Muslim. Mari kita bahas lebih lanjut tentang keutamaan shalat berjamaah dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan kita.


Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Berikut adalah tujuh keutamaan shalat berjamaah yang perlu kita ketahui:
  1. Didoakan Malaikat: Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat di masjid berjamaah, maka malaikat akan mendirikan doa untuknya selama 70 tahun.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dan dapat membawa berkah dalam kehidupan kita.
  2. Dijanjikan Surga: Shalat berjamaah juga dijanjikan pahala yang besar, termasuk surga. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat di masjid berjamaah, maka Allah akan memberikan pahala yang setara dengan 27 kali shalat sendirian.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dan dapat membawa kita lebih dekat dengan Allah.
  3. Pertemuan dengan Sahabat: Shalat berjamaah juga merupakan kesempatan untuk bertemu dengan saudara-saudara Muslim lainnya. Dalam shalat berjamaah, kita dapat saling mengingatkan dan membantu satu sama lain dalam beribadah. Ini membantu memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan rasa persaudaraan di antara umat Islam.
  4. Pertemuan dengan Ilmu: Masjid adalah tempat di mana ilmu dan pengetahuan dapat diperoleh. Dalam shalat berjamaah, kita dapat mendengarkan ceramah dan pembelajaran agama yang dapat meningkatkan pemahaman kita tentang Islam. Ini membantu kita menjadi lebih dekat dengan Allah dan lebih memahami ajaran-Nya.
  5. Pertemuan dengan Barokah: Shalat berjamaah juga memiliki barokah yang sangat besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barokah itu ada di tangan Allah, dan Allah memberikan barokah kepada orang yang shalat di masjid.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah dapat membawa berkah dan keberkahan dalam kehidupan kita.
  6. Pertemuan dengan Doa: Shalat berjamaah juga merupakan kesempatan untuk mendapatkan doa dari imam dan saudara-saudara Muslim lainnya. Dalam shalat berjamaah, kita dapat mendapatkan doa yang dapat membawa berkah dan keberkahan dalam kehidupan kita.
  7. Pertemuan dengan Kebajikan: Shalat berjamaah juga merupakan kesempatan untuk mendapatkan kebajikan dari Allah. Dalam shalat berjamaah, kita dapat mendapatkan kebajikan yang dapat membawa kita lebih dekat dengan Allah dan meningkatkan kualitas kehidupan kita.

Manfaat Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah tidak hanya memiliki keutamaan, tetapi juga memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Berikut adalah beberapa manfaat shalat berjamaah:
  1. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Shalat berjamaah dapat meningkatkan kualitas ibadah kita. Dalam shalat berjamaah, kita dapat belajar dari imam dan saudara-saudara Muslim lainnya tentang cara shalat yang benar dan bermanfaat.
  2. Meningkatkan Kualitas Kehidupan: Shalat berjamaah juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Dalam shalat berjamaah, kita dapat belajar tentang kehidupan dan bagaimana menjalani kehidupan dengan cara yang lebih baik dan lebih bermanfaat.
  3. Meningkatkan Kualitas Sosial: Shalat berjamaah juga dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial kita. Dalam shalat berjamaah, kita dapat bertemu dengan saudara-saudara Muslim lainnya dan memperkuat ikatan sosial di antara kita.
  4. Meningkatkan Kualitas Spiritual: Shalat berjamaah juga dapat meningkatkan kualitas spiritual kita. Dalam shalat berjamaah, kita dapat belajar tentang kehidupan spiritual dan bagaimana menjalani kehidupan dengan cara yang lebih bermanfaat dan lebih dekat dengan Allah.

Cara Meningkatkan Kualitas Shalat Berjamaah

Untuk meningkatkan kualitas shalat berjamaah, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:
  1. Datang Lebih Awal: Datang ke masjid lebih awal dapat membantu kita menyiapkan diri untuk shalat dan menghindari kebisingan dan kekacauan yang mungkin terjadi di masjid.
  2. Membaca Doa-Doa: Membaca doa-doa sebelum shalat dapat membantu kita menyiapkan diri untuk shalat dan meningkatkan kualitas shalat kita.
  3. Mengikuti Imam: Mengikuti imam dalam shalat berjamaah dapat membantu kita belajar tentang cara shalat yang benar dan bermanfaat.
  4. Menghormati Sahabat: Menghormati saudara-saudara Muslim lainnya dalam shalat berjamaah dapat membantu memperkuat ikatan sosial di antara kita dan meningkatkan kualitas shalat kita.

Kesimpulan

Shalat berjamaah memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar dalam Islam. Shalat berjamaah bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki banyak manfaat spiritual dan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Dengan meningkatkan kualitas shalat berjamaah, kita dapat memperkuat ikatan sosial di antara kita dan meningkatkan kualitas kehidupan kita.
Dengan demikian, artikel ini telah memberikan gambaran tentang keutamaan shalat berjamaah dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan kita. Shalat berjamaah bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki banyak manfaat spiritual dan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Mari kita berusaha untuk meningkatkan kualitas shalat berjamaah kita dan memperkuat ikatan sosial di antara kita.

BERJEMAAH DI MASJID / SURAU LEBIH UTAMA
Sembahyang jemaah di masjid adalah lebih utama bagi lelaki daripada di rumah, kecuali sembahyang sunnat.

Sabda Rasulullah s.a.w.
Maksudnya: Dari Zaid bin Sabit r.a. bahawasanya Nabi s.a.w bersabda: Sembahyang kamu wahai manusia di rumah masing-masing, kerana sesungguhnya yang seutama-utamanya ialah sembahyang manusia itu di rumahnya, kecuali sembahyang yang difardukan.
Riwayat – Bukhari dan Muslim.

Dalam sepotong hadith lagi, Rasulullah s.a.w. menerangkan lima perkara atau pengurnian akan diberikan kepada sesiapa yang sembahyang lima waktu berjemaah di masjid / di surau, sebagaimana sabdanya:
Maksudnya: Barang siapa sembahyang lima waktu berjemaah, maka baginya lima perkara (hadiah) :
Pertama: dia tidak ditimpa kefaqiran di dunia.
Kedua : Allah membebaskan dia dari seksa kubur.
Ketiga: dia akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanannya.
Keempat: dia melalui jambatan ( silatul mustaqim ) sebagai kilat yang menyambar.
Kelima: Allah memasukkannya ke syurga tanpa hisab dan seksa.
( Darratun Nasihin )

HUKUM MERINGAN-RINGANKAN SEMBAHYANG BERJEMAAH
Sesungguhnya sembahyang berjemaah itu adalah sunat mukkad yang sangat dituntut oleh syariat dan hukum mendirikannya adalah fardu kifayah. Jadi, jika sekiranya sesebuah kampung itu tidak mendirikan jemaah, maka seluruh penduduk kampung itu menanggung dosanya kerana sembahyang berjemaah itu termasuk syiar dan lambang keagungan agama. Dan ada sebahagian ulama meletakkan hukum sembahyang berjemaah hukumnya adalah: fardu ain, iaitu wajib.

Sebagaimana telah difirmankan dalam al-Quran al-karim:
Maksudnya: Dan dirikanlah solat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
( Ayat 43,Surah al-Baqarah )

Sabda Rasulullah s.a.w.
Maksudnya: “barang siapa meringan-ringankan sembahyang berjemaah maka Allah akan membalasnya dengan dua belas kecelakan:

Tiga ketika di dunia, tiga ketika hendak mati, tiga ketika dalam kubur dan tiga ketika di hari qiamat.
Adapun tiga ketika di dunia ialah :
1. Allah ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezkinya.
2. Allah mencabut cahaya orang-orang saleh daripadanya.
3. Dia dibenci oleh orang mukmin.

Adapun tiga ketika hendak mati (sakaratul maut) ialah :

1. Ruhnya dicabut sedang dia dalam keadaan sangat dahaga walaupun telah minum air seluruh sungai.
2. Merasakan sangat sakit ketika dicabut ruhnya.
3. Dia dikhuatirkan hilang imannya. Ketika berlindung kepala Allah ta’ala.

Adapun tiga ketika dalam kubur ialah :

1. Soalan malaikat Mungkar dan Nakir sangat menyulitkan.
2. Kuburnya menjadi sangat gelap.
3. Kuburnya menghimpit hingga bercantum tulang-tulang rusuknya.

Tiga ketika di hari kiamat :

1. Hisabnya sangat menyusahkan.
2. Allah Ta’ala murka kepadanya.
3. Diseksa oleh Allah Ta’ala dengan api neraka. Kita berlindung kepada Allah.

Dalam sepotong hadith lagi Rasulullah s.a.w. bersabda:
Maksudnya: “telah datang kepada malaikat jibrail dan mikail alaihis salam seraya berkata: Hai Muhammad, sesunggunhnya Allah Ta’ala telah mengirimkan salam kepadamu dan Dia (Allah) berfirman: “Orang yang meninggalkan sembahyang jemaah dari ummatmu tidak akan mendapat bau harumnya syurga meskipun amalnya lebih banyak daripada amal penduduk bumi, dan orang yang meninggalkan berjemaah itu dikutuk di dunia ini dan di akhirat kelak”.

Marilah kita sama-sama mengambil ikhtibar dan beramal daripada apa yang difirmankan oleh Allah s.w.t, dan yang telah disabdakan dalam banyak hadith Nabi besar kita Muhammad s.a.w. Janganlah kita menjadi orang yang berilmu tetapi dengan ilmu yang kita ada lebih menyesatkan dan menjauhkan diri kita beribadah kepada Allah s.w.t. Muda-mudahan dengan peringatan yang saya kongsikan ini,diri saya yang terlebih dahulu dapat mengamalkannya.. Amin Ya Rabb... Wallahu Ta'ala A'alam...
Selangka Mendaki Pergunungan Jabal Thur Sinaa' Nabi Musa alahi salam.






Assalamualaikum..

JABAL THUR DAN SAIT CATHERINE:
Merupakan tempat yang paling suci di Dataran Sinai. Kawasan ini terletak pada ketinggian 2500 m dari permukaan laut sehingga udaranya sangat dingin dan kadangkala turun salji semasa musim dingin berada di kemuncaknya. Di situ terdapat juga yang dikatakan tempat munajat Nabi Musa AS kepada Allah SWT. Sebuah biara juga telah dibina sekitar abad ke 6 Masihi dengan nama Saint Catherine (diambil daripada salah seorang anak pemimpin Alexandaria yang menganut agama Masehi sehingga disiksa). Di puncak bukit ini terdapat dua tempat ibadah yang kecil, masjid dan gereja.
Pemandangan alam yang mempesonakan ditambah lagi dengan matahari yang terbit indah dapat dilihat dari puncaknya.
Sebanyak sedikit ini sahaja ana mampu kongsikan bersama antum,jd yang belum pinjak jabal thur sina banyakkanlah doa agar antumpn dapat merasakan apa yang ana rasa yang tidak terungkap dengan kata2 hanya org yang nawaitunya ikhlas semata2 utk mencari keredhaan Allah di muka bumi'Y. Wassalam..

Statistik Perkembangan Ilmu Qiraat dalam dunia islam kita pada hari ini. Baca jangan tidak baca!!!


Perkembangan ilmu qiraat dalam dunia islam pada hari ini secara puratanya adalah seperti berikut ;

Qiraat Nafi' Bin Abd Rahman ;
Riwayat Qalun:terdapat di Libya dan sebahagian di Tunisia.
Riwayat Warsh:Semenanjung Tanah Arab dan di Maghribi,sebahagian di Tunisia dan sudan.

Qiraat Abu 'Amru Ibn al-Ala' al-Basri ;
Sebahagian di Sudan

Qiraat Abdullah Bin Amir ;
terdapat di yaman. Selebihnya di negara-negara lain tidak ada qiraat lain melainkan qiraat 'Asim Bin Abi an-Najjud dengan riwayat Hafs Bin Sulaiman al-Kuhfi. Statistik perangkaan yang mudah menjelaskan nisbah perkembangan ilmu qiraat dalam dunia islam kita pada hari ini adalah seperti berikut ;
  1. Qiraat Nafi': Riwayat Qalun = (7%) / Riwayat Warsh = (3%)
  2. Qiraat Abu 'Amru Ibn al-Ala' al-Basri = (2%)
  3. Qiraat Abdullah Bin Amir ad-Dimasyqi = (2%)
  4. Qiraat 'Asim Bin Abi an-Najjud dengan riwayat Hafs = (85%)
Mohon maaf jika ada tersalah,sebanyak sedikit ana hanya ingin berkongsi ilmu qiraat dengan antum semua agar kita lebih faham dan sedar bahawa ilmu qiraat juga amat penting untuk kita pelajari dalam mendalami ilmu al-Quran agar mudah untuk kita mengkajinya dan mudah untuk kita beramal dengannya, dapat melapangkan masa untuk belajar dengan ulam-ulama yang masih hidup pada hari ini. jangan biarkan orang-orang yang memusuhi islam pada hari ini memperkotakkatikkan ilmu al-Quran yang mana perbuatan sedemikian dapat mendatangkan murkah Allah S.W.T. Jadi gunakanlah kesempatan yang ada ini untuk kita sama-sama habiskan hanya dengan beramal daripada isi kandungan al-Quran dan as-Sunnah. Wallahu Ta'ala a'alam..

Cintailah Al-Quran

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.
Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.
Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)
Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)

Sabtu, Januari 08, 2011

Majlis Pembacaan Kutub Sittah (siri 2)
2010M / 1431H
Dalam Melahirkan Generasi Para Ulama' Nusantara






Majlis Pembacaan Kutub Sittah (siri 1)
2009M / 1430H







Firman Allah ta'ala yang bermaksud: Katakanlah (Wahai Muhammad);"Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku,nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. dan (ingatlah),Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi.

Mafhum hadith: Daripada Rasulullah SAW telah bersabda: Aku tinggalkan kepada kamu semua,dua perkara apabila kamu berpegang dengan keduanya,kamu tidak akan sesat selamanya,yakni kitab Allah dan Sunnah Rasulullah SAW.

Alhamdulillah,Saya panjatkan setinggi-tinggi kesyukuran kehadrat Ilahi,kerana dengan izinnya, majlis yang semulia ini banyak memberi saya berubah dan bersemangat dalam mengejar dan menimba ilmu-ilmu yang ada di bumi anbia,insyaAllah. Saya bersyukur dan berterima kasih juga ke atas PMRAM yang dapat menganjurkan Majlis-majlis mulia seperti ini,muda-mudahan usaha dan pengaorbanan snior2 yang kerap bertalaqqi bersama masyaikh al-Azhar dapat memberi dan membantu generasi ilmuan yang menuntut di mesir ini dalam melahirkan lebih ramai lagi generasi para ulama', dalam menyebarkan dakwah islamiah di tanah air khasnya,ammnya di merata dunia dan kepada seluruh ummat Nabi Muhammad s.a.w. Wallahu ta'ala a'alam....

Jumat, Januari 07, 2011

Majlis Memuliakan Para Masyaikh Qurra' al-Azhar as-Sarif







Alhamdulillah... Saya bersyukur pada Allah s.w.t yang tidak terhigga,kerana dengan izin dan limpah kurnianya,saya terpilih dalam majlis para ulama' al-Quran dan masyaikh maahad qiraat shubro,dan yang membuatkan kami tersentu hati lagi,iaitu syeikh maulana said ali abdul majid abdussami',beliau adalah syeikh qiraat dan pengasas maahad qiraat shubro dan dalam patra yang begitu lama beliau telah ramai membimbing dan melahirkan para huffaz,para qurro sala satunya ialah syeikh Muhammad Abdul Nabi abdul hasib,beliau adalah syeikh marhalah saya dan guru tasmi' saya dan beliau juga adalah syeikh yang termuda mengajar di maahad qiraat hinggalah kehari ini. Imam Syafie' telah berkata dalam kata mutiara'y diantaranya hindaklah kamu sentisa berdamping dengan para ulama agar kamu juga menjadi seperti mereka. Dalam hadish Nabi s.a.w yang mafhumnya:tidaklah ia tergolong dalam ummatku apabila dia tidak menghormati orang tua yang muslim dan tidak memuliakan alim ulama' dan tidak menyanyangi yang lebih mudah dari'y... Wallahu ta'ala a'alam...
ADVERTISEMENT